STRATEGI INVESTASI DAN PENDANAAN - SEMESTER 5

 


Oleh:
Eriecha Destiany Salsabila
10122001
C2 Manajemen

 

Pada semester 5 ini, saya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk mendalami mata kuliah Strategi Investasi dan Pendanaan. Mata kuliah ini diampu oleh Ibu Rizca Puspita Devi, S.E., M.M di kelas konsentrasi Manajemen Keuangan. Selama satu semester penuh, beliau menyampaikan materi-materi yang sangat komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia investasi dan pendanaan saat ini. Beliau tidak hanya memberikan teori-teori yang mendalam, tetapi juga memaparkan studi kasus dan contoh-contoh praktis yang sangat membantu kami memahami bagaimana konsep-konsep tersebut diimplementasikan dalam situasi nyata. Materi-materi yang disampaikan oleh Ibu Riska mencakup berbagai aspek penting dalam strategi investasi dan pendanaan, antara lain:

1.      Struktur Modal: Materi ini membahas mengenai struktur modal mulai dari definisi modal itu sendiri dan struktur modal yang optimal, seperti Pecking Order Theory, Signalling Theory, Trade-off Theory, dan Agency Theory, yang bertujuan untuk meminimalkan biaya modal rata-rata tertimbang. Modal juga memiliki posisi penting dalam laporan keuangan, di mana aktiva (penggunaan) dan pasiva (sumber) harus seimbang. Secara keseluruhan, pemilihan struktur modal yang tepat sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai efisiensi biaya dan meningkatkan nilai perusahaan.

2.      Cost of Capital: Materi ini membahas mengenai Cost of Capital (COC) yang merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan baik secara internal maupun eksternal. COC dibagi menjadi 2 yaitu biaya internal itu disebut COE (Cost of Equity) dan biaya eksternal yang disebut COD (Cost of Debt). Nah buat cari COC itu bisa pake WACC (Wighted Average Cost of Capital) atau biaya modal rata-rata tetimbang. Nah sebelum ngitung WACC kita harus menghitung biaya modalnya terlebih dahulu (seperti biaya modal obligasi, biaya modal saham biasa dan biaya modal preferen). Kami juga mencoba untuk menghitung WACC suatu perusahaan.

3.      Capital Budgeting: Materi ini membahas mengenai Capital Budgeting yang tujuannya untuk menilai kelayakan proyek-proyek potensial, Proyek terbagi menjadi dua yaitu Independen (proyek yang tidak berpengaruh ke proyek yang lain) dan Mutually Exclusive (dapat berpengaruh terbalik ke proyek lain). Tentunya ada tahapan analisis nya yaitu dengan memperkirakan aliran kas, menentukan biaya modal, dan Evaluasi CF -> layak/tidaknya. ada 4 metode analisa yaitu NPV, PBP, IRR, dan PI.

·         NPV (Net Present Value) ini adalah selisih antara pengeluaran dan penerimaan yang dipresent valuekan, terus proyek dikatakan layak ketika NPV > 0. NPV ini juga berkaitan dengan TVM (Time Value of Money) karena nilai uang zaman sekarang dan masa lalu berbeda. TVM ini juga terbagi menjadi 2 yaitu PV (Present Value) dan FV (Future Value).

·         PBP (Payback Period) yang gunanya untuk menghitung jangka waktu balik modal. Yang jika PBP < masa manfaat aset maka investasi diterima, sebaliknya jika PBP > masa manfaat aset makan investasi ditolak.

·         IRR (Internal Rate of Return) digunakan untuk memperkiraan keuntungan yang akan didapatkan) IRR ini memberikan pedoman bahwa proyek yang IRR-nya > tingkat bunga bank maka proyek tersebut diterima, sebaliknya proyek yang IRR-nya < tingkat bunga bank sebaiknya tidak dijalnkan.

·         PI (Profitability Index) ini digunakan untuk menghitung kelayakan investasi, yang pedomannya adalah jika PI > 1 maka investasi tersebut diterima, dan sebaliknya jika PI < 1 investasinya ditolak.

4.      EPS dan PER: Materi ini membahas mengenai Rasio yang digunakan ada 2 yaitu EPS (Earning Per Share adalah laba per saham yang semakin tinggi semakin baik) dan PBV (Price to Book Value adalah harga dibanding nilai saham yang semakin kecil akan semakin murah). lalu kami belajar menghitung EPS dengan melakukan simulasi mengunduh laporan keuangan terlebih dahulu di IDX, kita menghitung EPS dari ACES pada tahun 2022. Selain EPS kita juga belajar menghitung PER (Price Earning Ratio, gunanya untuk membandingkan harga beli dan keuntungan pemegang saham yang semakin tinggi PER berarti semakin mahal harga sahamnya) kita menghitung PER ACES di tahun 2022.

6.      Investasi: Kami diberikan tugas kelompok yang masing-masing kelompoknya diberikan satu jenis instrumen investasi untuk di presentasikan dari presentasi keempat kelompok tersebut dapat disimpulkan bahwa, Investasi adalah cara yang cerdas untuk mengembangkan kekayaan Anda dari waktu ke waktu. Ada berbagai instrumen investasi yang tersedia, masing-masing dengan karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Saham, sebagai bagian kepemilikan dalam perusahaan, menawarkan potensi keuntungan tertinggi melalui kenaikan harga (capital gain) dan dividen, namun juga memiliki risiko tertinggi. Reksa dana, di sisi lain, adalah wadah investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi, memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam berbagai jenis aset dengan modal kecil. Potensi keuntungan dan risiko reksa dana bervariasi, tergantung pada jenis aset yang dipilih. Obligasi, sebagai surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, umumnya dianggap lebih aman daripada saham dan menawarkan pendapatan tetap melalui pembayaran kupon. Emas, sebagai logam mulia, sering dianggap sebagai aset safe haven yang nilainya cenderung meningkat saat kondisi ekonomi tidak pasti. Terakhir, properti, seperti tanah dan bangunan, dapat memberikan keuntungan melalui kenaikan harga properti dan pendapatan dari sewa, meskipun membutuhkan modal besar dan likuiditasnya rendah. Memilih instrumen investasi yang tepat memerlukan pemahaman yang baik tentang tujuan keuangan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi Anda.

7.      Rasio Keuangan: Materi ini membahas analisis laporan keuangan yang merupakan alat penting untuk menilai kinerja keuangan perusahaan melalui perbandingan data dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, dijelaskan tentang pengguna laporan keuangan yang meliputi manajemen, karyawan, kreditur, pemerintah, dan pemegang saham, serta tujuan mereka dalam menggunakan laporan tersebut. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai rasio keuangan, seperti Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV), yang memberikan wawasan mengenai opini investor terhadap perusahaan berdasarkan harga saham dan keuntungan yang diperoleh. juga diinstruksikan cara mengunduh laporan keuangan dari IDX untuk analisis lebih lanjut, serta memberikan contoh tugas kelompok untuk melakukan analisis rasio dari perusahaan selama tiga tahun.

Selain materi-materi di atas, Ibu Rizca juga memberikan tugas yang mendorong kami untuk berpikir kritis dan bekerja sama dalam tim. Pengalaman belajar di kelas Strategi Ivestasi dan Pendanaan selama satu semester ini telah memberikan saya bekal yang sangat berharga untuk memasuki dunia kerja khusunya investasi dan pendanaan. Saya menjadi lebih percaya diri dalam membuat keputusan investasi yang cerdas dan memahami bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik. Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Rizcaa atas ilmu dan bimbingan yang telah beliau berikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Kekuasaan Kehilangan Kepekaan: Potret Demonstrasi dan Reformasi Semu di Parlemen

Manajemen Operasi - Analisis Produktivitas - Digitech University

Lobi dan Negosiasi