MANAJEMEN EKSPOR IMPOR - SEMESTER 5
Oleh:
- Pendahuluan Manajemen Ekspor Impor : Materi ini menjelaskan tentang manajemen ekspor dan impor, yang merupakan proses penting dalam perdagangan internasional. Ekspor didefinisikan sebagai kegiatan mengeluarkan barang dari Indonesia ke negara lain, dimulai dari penawaran dan kesepakatan antara eksportir dan importir, serta melibatkan metode pembayaran seperti Letter of Credit. Sebaliknya, impor adalah proses memasukkan barang dari luar negeri ke Indonesia, yang memungkinkan negara memperoleh bahan baku dan barang yang tidak dapat diproduksi dalam negeri. Persiapan yang harus dilakukan perusahaan sebelum memulai bisnis ekspor mencakup penyusunan rencana kerja, penentuan produk yang akan diekspor, pemahaman tentang produk (product knowledge), serta memastikan legalitas usaha dan perizinan yang diperlukan. Beberapa produk yang biasa diekspor antara lain pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan pertambangan, dengan pertimbangan yang berbeda tergantung pada potensi pasar dan ketersediaan di dalam negeri.
- Dasar-dasar Ekspor : Pada materi ini kita menjadi tahu bahwa meskipun seseorang tidak memiliki legalitas usaha, ia masih dapat melakukan ekspor dengan menggunakan jasa undername dari pihak lain. Dalam konteks ketentuan ekspor, terdapat kategori produk yang berbeda, termasuk yang bebas, dibatasi, dan dilarang, di mana legalitas yang diperlukan seperti NIB dan NPWP serta sertifikat terkait seperti fumigasi dan phyto menjadi sangat penting. Eksportir diwajibkan untuk memberitahukan barang yang akan diekspor kepada Kantor Bea dan Cukai melalui PEB, yang memerlukan dokumen pelengkap pabean seperti invoice dan packing list. Selain itu, mereka harus mematuhi ketentuan larangan dan pembatasan yang ditetapkan oleh instansi terkait, serta melaksanakan penghitungan bea keluar secara mandiri. Oleh karena itu, untuk melakukan ekspor secara sah, penting bagi eksportir untuk memenuhi semua persyaratan legalitas dan dokumen yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku, sekaligus memahami kategori produk yang akan diekspor.
- Pengiriman Ekspor : Materi ini membahas Pengiriman Ekspor yang isinya itu mengenai metode pengiriman (Retail, LCL, FCL) terus ada juga pihak-pihak yang terlibat (Eksportir, Forwarder, Importir) Forwarder ini adalah agen yang menawarkan jasa-jasa yang berikan dengan proses pengiriman barang (Shipping Line, Undername, Karantina, PEB) Undername itu sendiri adalah penyedia jada yang melayani penyewaan izin dari perusahaan undername export kepada pihak yang akan melakukan ekspor.
- Incoterms : Materi ini membahas mengenai incoterms (istilah-istilah yang digunakan dalam perdagangan internasional) nah di dalamnya itu ada Exw (eksportir hanya memperhitungkan harga barangnya), FOB (eksportir bertanggung jawab mengantar barang sampai pelabuhan di negara asal), CNF (bertanggung jawab atas pengiriman samapai pelabuhan negara tujuan) ongkir di bebankan kepada eksportir namun sudah dimasukan ke harga jual, CIF (hampir sama dengan CNF namun lengkap dengan asuransinya).
- Perhitungan Harga Jual : Materi ini membahas bagaimana perhitungan harga jual dari macam macam incoterms yang sudah di jelaskan di minggu kemarin, untuk perhitungan FOB biaya trucking jarak dari gudang ke pelabuhan, di perhitungan CIF dan CNF ada COO (Certificate Of Origin) yang berfungsi agar kita bisa menggunakan fasilitas Free Trade Agreement (FTA), selain biaya COO ada juga Telex Realease B/L (Bill of Loading) atau pesan elektronik yang bisa di perlihatkan saat penerimaan barang untuk mencegah pencurian barang, lalu yang terakhir ada perhitungan asuransi dengan mengalikan total invoice dengan 0,25%.
- Payment Method : Materi ini membahas mengenai payment method yang terdiri dari 5 metode pembayaran yaitu Cash in Advance (paling aman untuk eksportir namun tidak aman untuk importing karena sistemnya uang muka terlebih dahulu), Letter of Credit (aman, namun ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan seperti macam-macam LC yang digunakan, eksportir perlu cukup uang untuk modal karena uang importir masih ada di pihak bank juga biaya administrasi yang harus di keluarkan), Collection (hampir mirip dengan metode LC namun perbedaannya uang importir masih ada di tangan importir, bank hanya sebagai perantara untuk penagihan), Open Account (kebalikan dari CIA, eksportir mengirimkan barang terlebih dahulu baru importir melakukan pembayaran, metode ini sangat beresiko bagi eksportir) dan yang terakhir metode consignment (metode ini adalah metode yang paling aman bagi importir, namun paling tidak aman bagi eksportir karena risikonya eksportir akan mengeluarkan biaya biaya tambahan jika produk tidak laku. Metode ini juga banyak dipilih importir untuk ngetes minat pasar).
- Riset Pasar : Materi ini membahas mengenai bagaimana melakukan Riset Pasar dengan melakukan simulasi untuk menentukan negara tujuan menggunakan web Export Potential Map (untuk mencari negara export potential), CIA (untuk mencari informasi mengenai negara tujuan ekspor) dan Inatrims (untuk mencari informasi tambahan dan regulasi).
- Data Base Buyer : Pada materi ini mempelajari cara memasukan ITPC, cara daftar ITC, lalu mencari informasi data buyer melalui Trademap dan juga bisa melalui Google Map.
- Dokumen Ekspor dan Dasar Impor : Materi ini membahas mengenai Ekspor dan impor yang merupakan dua sisi mata uang dalam perdagangan internasional. Ekspor melibatkan serangkaian dokumen seperti Commercial Invoice, Packing List, Surat Kesepakatan Suplai, dan Sales Agreement yang mengatur transaksi antara penjual dan pembeli di negara berbeda. Impor, di sisi lain, adalah proses memasukkan barang ke dalam wilayah pabean suatu negara. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Pemahaman yang baik tentang dokumen ekspor impor dan proses impor sangat penting bagi keberhasilan bisnis dalam perdagangan global.
Selain materi-materi tersebut, Ibu Rizca juga memberikan tugas kelompok berupa simulasi kegiatan ekspor impor. Dalam simulasi ini, kami berperan sebagai eksportir yang harus mengikuti seluruh proses transaksi, mulai dari membuat perusahaan, menentukan produk yang akan diperjual belikan, membuat company profile, meriset pasar, menentukan harga produk, juga mencari buyer. Simulasi ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana teori-teori yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam praktik.
Secara keseluruhan, mata kuliah Manajemen Ekspor dan Impor yang diampu oleh Ibu Rizca Puspita Devi memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan yang luas mengenai perdagangan internasional, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk terjun ke dalam dunia bisnis ekspor impor.

Komentar
Posting Komentar